Sebentar lagi vaksin untuk Covid-19 dikabarkan selesai diproduksi. Tentu hal ini kita sambut dengan antusias. Namun, sebagian besar dari kita mungkin tidak menyadari bahwa vaksin merupakan zat yang rentan rusak. Berkaca dari beberapa penelitian tentang vaksin untuk imunisasi, kita sepertinya sudah dapat menelaah bagaimana penanganan vaksin yang benar.

 

Pengertian Vaksin Menurut Kemenkes

Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah diolah, berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid, protein rekombinan yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi tertentu.

 

Cold Chain atau Rantai Pendingin dalam Penanganan Vaksin

Vaksin mudah mengalami kerusakan apabila terpapar dengan suhu panas. Vaksin juga berpotensi rusak pada suhu dingin yang tidak stabil. Untuk itu, vaksin membutuhkan lingkungan dengan suhu yang terkontrol yang berfungsi untuk memelihara dan mendistribusikan vaksin dalam kondisi optimal. Kebutuhan tersebut diakomodir oleh cold chain atau rantai pendingin. Di dalamnya mencakup cold room, vaccine carrier, freezer box, cold pack, dan cool box.

Kemenkes pernah menyatakan bahwa cold chain adalah sistem pengelolaan vaksin yang dimaksudkan untuk memelihara dan menjamin mutu vaksin dalam pendistribusian mulai dari pabrik pembuat vaksin sampai pada sasaran. Untuk menjaga kualitas, vaksin harus disimpan pada tempat dengan kendali suhu tertentu karena vaksin harus selalu ada di dalam lemari pendingin sampai saatnya dibutuhkan.

 

3 Elemen Utama dalam Penanganan Vaksin

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada 3 elemen utama dalam penanganan vaksin. Personil atau petugas pembawa vaksin yang terlatih, peralatan transportasi dan penyimpanan yang tepat, juga prosedur manajemen yang efisien. Ketiga elemen harus tetap konsisten untuk memastikan vaksin diangkut dan disimpan secara benar.

Baca juga : Cold Room dalam Sistem Logistik Ikan Nasional

Cold Chain Menjamin Kestabilan Suhu dan Kualitas Vaksin

Selain itu cold room, lemari es, cool box, dan vaccine carrier harus dilengkapi dengan termometer untuk mengontrol suhu saat membawa vaksin dari pusat ke provinsi, dari provinsi ke kabupaten, dan dari kabupaten ke pusat medis, hingga vaksin di bawa ke pasien atau konsumen. Dalam semua rentetan tersebut diperlukan cold chain dengan termometer untuk menjamin kestabilan suhu dan kualitas vaksin.